17 June, 2014

Soal Morfologi Bahasa Indonesia



LATIHAN MANDIRI
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA
(PBIN4106)



PETUNJUK: UNTUK SOAL NOMOR   1  SAMPAI  35, PILIHLAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!

1.   Morfologi termasuk cabang linguistik karena
A.   morfologi mempelajari sebagian dari bidang kajian linguistik.
B.   morfologi mempelajari semua bidang kajian ekstra linguistik.
C.   morfologi juga mempelajari bidang kajian ekstra linguistik.
D.   bidang kajian morfologi lebih luas daripara linguistik.

2.   Satuan linguistik bermakna yang menjadi kajian morfologi adalah
A.   bunyi.
B.   fonem.
C.   afiks.
D.   kata.
     
3.   Salah satu bukti ketumpangtindihan antara morfologi dan sintaksis adalah
A.   bentuk kata majemuk yang mirip dengan bentuk frase.
B.   adanya variasi bentuk morfem atau alomorf.
C.   adanya cabang linguistik yang disebut morfofonemik.
D.   adanya morfem yang berwujud bunyi pembentuknya berbeda-beda.

4.   Morfem yang membentuk kata menindaklanjuti adalah
A.   /me/, /tidak/, /lanjut/, /-i/.
B.   /me-i/, tindak/, /lanjut/.
C.   /me-i/, /tindak lanjut/.
D.   /me-/, /tindak lanjut/, /i/.

5.   Kata mempertanggungjawabkan terdiri dari
A.   tiga morfem.
B.   empat morfem.
C.   lima morfem.
D.   enam morfem.

6.   “Ayahnya bernama Usman
               Usman beristri dua
               Perjalanan ini berguna bagi kita”
Morfem /ber-/ pada kata bergaris bawah pada kalimat di atas memiliki
A.   bentuk yang sama dan arti yang berbeda.
B.   bentuk yang berbeda dan arti yang sama.
C.   bentuk dan arti berbeda.
D.   bentuk dan arti yang sama.

7.   Mulut gua itu cukup lebar.
               Lepas dari mulut singa, masuk mulut harimau.”
               Morf [mulut] pada dua kalimat di atas merupakan
A    satu morfem.       
B.   dua morfem.
C.   tiga morfem yang berbeda.
D.   tiga morfen yang sama.

8.   Morfem zero atau morfem kosong terdapat pada kalimat
A.   Adik menulis.
B.   Adik menjahit baju.
C.   Adik membeli sepeda.
D.   Adik minum es.

9.   Kata-kata yang termasuk monomorfemis adalah
A.   semampai, gemulai, gerumut, kelingking.
B.   kehendak, ketua, pemuda, pemulung.
C.   gemerlap, kemuning, kemilau, kemarau.
D.   seruling, telapak, geletar, gemetar.

10.   Penentuan klasifikasi kata monomorfemis dalam bahasa Indonesia didasarkan atas kriteria
A.   jumlah fonem dan huruf.
B.   kelas kata.
C.   kelas mofem afiks.
D.   jumlah bentuk dasar.

11.   Yang termasuk morfem suprasegmental adalah
A.   durasi.
B.   prefiks.
C.   sufiks.
D.   infilis.

12.   Morfem segmental yang membangun kata berjalan adalah
A.   sufiks dan bentuk dasar.
B.   prefiks dan simulfiks.
C.   prefiks dan bentuk dasar.
D.   sufiks, tekanan, dan bentuk dasar.

13.   Morfem berciri aditif terdapat pada kalimat
A.   Saat ini, Ani sedang sekolah di kota.
B.   Jari tangan Andi sedang sakit.
C.   Tubuh gadis itu tampak semampai.
D.   Bulan depan gaji karyawan naik.

14.   Morfem yang berciri duplikatif terdapat pada kata dalam kalimat
A.   rumah kosong itu dipenuhi sarang laba-laba.
B.   sopan santun penting dalam bermasyarakat.
C.   penangkaran kupu-kupu langka itu dibiayai pemerintah.
D.   laki-laki itu mondar-mandir di depan rumah.

15.   Kata berikut yang memiliki afiks derivatif adalah
A.   pemakaman.
B.   kelurahan.
C.   pengadilan.
D.   kelautan.

16.   Pernyataan yang benar mengenai perbedaan morfem derivatif dan inflektif adalah
A.   morfem derivatif umumnya berupa afiks yang menyebabkan perubahan kelas kata.
B.   morfem inflektif berupa afiks yang menyebabkan perubahan kelas kata.
C.   morfem derivatif maupun inflektif umumnya berupa afiks.
D.   morfem derivatif umumnya berupa afiks sedangkan morfem inflektif umumnya non afiks.

17.   Apabila morfem afiksnya berupa konfiks /me-/ dan /-kan/, maka proses morfologis kata membelanjakan mengalami
A.   penghilangan fonem /h/.
B.   penambahan fonem /N/
C.   penghilangan fonem /N/.
D.   penambahan fonem /m/.

18.   Kata kecamatan mengalami proses morfofonemik berupa
A.   penambahan [F].
B.   penambahan [?].
C.   penambahan afiks [ke-an].
D.   penambahan [ke] dan [an].
19.   Ada 4 macam proses morfofonemis, tetapi dalam praktik pembentukan kata ada lima jenis. Jenis ke-5 itu berupa
A.   penambahan dan pengurangan.
B.   penghilangan dan penggeseran fonem.
C.   gabungan antara dua jenis yang ada atau lebih.
D.   penggantian dan penghilangan.

20.   Kata yang mengalami proses perubahan fonem akibat afiksasi adalah
A.   penyatuan.
B.   persatuan.
C.   kesatuan.
D.   menyatukan.

21.   Konfiks /peng-an/ ketika melekat pada bentuk dasar kembang menjadi pengembangan mengalami proses morfofonemik
A.   pelesapan fonem.
B.   perubahan fonem.
C.   pengulangan fonem.
D.   distribusi fonem.

22.   Morfem prefiks /me-N-/ pada kata melawan mengalami proses penghilangan fonem. Fonem yang hilang adalah
A.   fonem /n/.
B.   fonem /N/.
C.   fonem //.
D.   fonem /m/.

23.   Kata penekanan dibentuk dari bentuk dasar [tekan] dan konfiks [peN-an]. Fonem yang membentuk kata tersebut terdiri atas
A.   7 fonem.
B.   8 fonem.
C.   9 fonem.
D.   10 fonem.

24.   Kata petinju mengalami proses morfofonemik penggusuran fonem. Fonem yang hilang adalah
A.   fonem /h/.
B.   fonem /N/.
C.   fonem /r/.
D.   fonem /h/ dan /N/.

25.   Proses afiksasi prefiks /meN-/ pada bentuk dasarnya ajar mengalami penggantian fonem /N/
A.   /n/.
B.   /h/.
C.   /ha/.
D.   /a/.

26.   Kata yang mengalami proses asimilasi pada penggantian fonem adalah
A.   perbankan.
B.   perbandingan.
C.   pembibitan.
D.   persamaan.

27.   Pada kata pengeluaran terjadi proses penggantian fonem
A.   /k/ diganti /h/.
B.   /?/ diganti /h/.
C.   /N/ diganti /n/.
D.   /N/ diganti /h/.

28.   Pengertian pergeseran pada proses morfofonemik adalah penggeseran fonem dari ...
A.   satu suku kata ke suku kata lain.
B.   afiks ke bentuk dasar tanpa mengalami perubahan.
C.   bentuk dasar dengan fonem dari afiks dan membentuk sebuah suku kata.
D.   depan ke suku kata berikut pada bentuk dasar.

29.   Kata perekonomian mengalami proses morfofonemik berupa ...
A.   penggeseran dan penambahan fonem.
B.   penambahan dan penggeseran fonem.
C.   penggeseran dan penggantian fonem.
D.   penggeseran dua buah fonem.

30.   Proses morfofonemik yang bersifat pergeseran ke belakang kanan satu fonem dicontohkan pada kata
A.   beranggapan.
B.   berusaha.
C.   geligi.
D.   peringati.

31.   Prefiks [ter-] yang direalisasikan dengan [tel-] terdapat pada kata
A.   telanjang.
B.   telanjur.
C.   telentang.
D.   telunjuk.

32.   Nomina penahanan diderivasikan dari
A.   verba menahan
B.   verba bertahan.
C.   nomina tahanan.
D.   nomina pertahanan.

33.   1.      Budi terjatuh dari pohon.
               2.      Sinta murid terpandai di kelasnya.
               Prefiks ter- pada terjatuh dan terpandai merupakan
A.   satu morfem karena sama-sama prefiks.
B.   satu morfem karena bentuknya sama.
C.   dua morfem karena maknanya berbeda.
D.   dua morfem karena terdapat pada dua kata.

34.   Nomina yang menjadi verba karena afiksasi terdapat pada kata
A.   bekerja.
B.   menyatu.
C.   kerjakan.
D.   berjalan.

35.   Fungsi infiks -el- adalah
A.   menominalisasi adjektiva.
B.   membentuk nomina dari verba.
C.   membentuk verba dari nomina.
D.   menominalisasi numeralia.

PETUNJUK:  UNTUK SOAL NOMOR   36,   SAMPAI   60,   PILIHLAH!
A.   JIKA 1) DAN 2) BENAR!
B.   JIKA 1) DAN 3) BENAR!
C.   JIKA 2) DAN 3) BENAR!
D.   JIKA 1), 2), DAN 3) SEMUANYA BENAR!    
36.   Bidang kajian morfologi adalah
1)   fonem
2)   morfem
3)   kata

37.   Aspek yang dipelajari oleh morfologi adalah
1)   bagian-bagian kata
2)   perubahan bentuk
3)   susunan kata

38.   Morfem yang membangun kata perjalanan adalah
1)   per- dan -an
2)   per- an
3)   jalan

39.   Cabang linguistik yang termasuk tata bahasa atau gramatika adalah
1)   morfologi
2)   sintaksis
3)   fonologi

40.   Satuan lingual yang menjadi bahan dasar pembentukan kata adalah
1)   fonem
2)   morfem
3)   fon

41.   Morfem suatu kata dapat berwujud
1)   afiks
2)   kata
3)   frase

42.   Ciri-ciri sebuah morfem adalah
1)   tidak dapat dibagi menjadi bentuk bermakna yang lebih kecil
2)   merupakan satuan lingual bermakna
3)   merupakan satuan linguistik terkecil

43.   Morfem [-an] pada kata harian dalam kalimat “Pabrik itu mempekerjakan karyawan harian” sama dengan dengan morfem [-an] pada kalimat
1)   intisari adalah majalah bulanan
2)   kain ini dijual meteran
3)   Iwan mendapat gaji mingguan

44.   Pernyataan yang benar berdasarkan analisis morfologi adalah
1)   kata keadilan terdiri dari tiga morfem
2)   kata keadilan terdiri dari dua morfem
3)   kata keadilan memiliki morfem terbelah

45.   Bentuk kata polimorfemis yang berupa kata majemuk adalah
1)   mulut sungai, kepala bagian
2)   tangan batu, kuda laut
3)   sopan santun, hiruk pikuk

46.   Berdasarkan wujud segmentalnya, morfem-morfem dalam bahasa Indonesia dapat diklasifikasikan sebagai
1)   afiks dan bentuk dasar
2)   tekanan dan nada
3)   morfem yang terdiri dari satu fonem atau lebih

47.   Morfem zero terdapat pada kalimat
1)   Siti terkejut
2)   Siti mandi
3)   Siti makan roti

48.   Morfem sisipan terdapat pada kata yang digunakan dalam kalimat
1)   Yang terdengar hanya suara gemuruh ombak di kejauhan
2)   Seruling itu terbuat dari bambu yang tumbuh di hutan
3)   Ikan itu menggelepar di tangan pemancing
49.   Morfem terbelah terdapat pada kata yang digunakan dalam kalimat
1)   setelah berpakaian, ia langsung pergi
2)   mereka berunjuk rasa menuntut keadilan
3)   semua menggunakan lampu tempel untuk penerangan

50.   Kata bergaris bawah pada kalimat berikut mempunyai morfem yang bersifat berurutan
1)   Ibu membelikan Iwan sekotak kelereng
2)   Iwan kesakitan ketika jatuh dari pohon
3)   Sudah sebulan sakitnya belum sembuh juga

51.   Kata-kata yang memiliki morfem berupa afiks inflektif adalah
1)   menjaga
2)   membeli
3)   memakan

52.   Contoh afiks yang produktif antara lain
1)   me-
2)   -el-
3)   -kan

53.   Bentuk-bentuk ini termasuk morfem yang produktif dalam pembentukan kata bahasa Indonesia
1)   [renta]
2)   [petik]
3)   [amat]

54.   Proses morfofonemik yang menimbulkan penambahan fonem terdapat pada kata
1)   penyalahgunaan
2)   menjanjikan
3)   pencahayaan

55.   Proses penggantian fonem yang tergolong disimilasi terdapat pada kata
1)   dipekerjakan
2)   ditelantarkan
3)   ditelanjangi

56.   Pengukuran kata pengawasan menjadi /pe-nga-wa-san/ didasarkan atas prinsip
1)   ejaan
2)   pelafalan
3)   fonemis

57.   Kalimat yang berafiks pembentuk adverbia adalah
1)   Biasanya ayah pulang pukul 15.00
2)   Sepedanya berwarna merah bersadel hitam
3)   Sebaiknya kerjakan yang mudah dulu

58.   Imbuhan pe-yang beralomorf penge- terdapat pada kata dalam kalimat
1)   Pengetik naskah itu seorang karyawan tata usaha
2)   Besi itu disambungkan oleh seorang pengelas berpengalaman
3)   Ia seorang pengecut yang tidak disukai temannya

59.   Konfiks ber-an dengan dasar verba dapat menimbulkan makna
1)   menyatakan resiprokal
2)   menyatakan saling
3)   menyatakan pluralis

60.   Kombinasi afiks meN- dan -kan yang menyatakan makna benefaktif terdapat pada kalimat
1)   Kakak memberikan adik sepasang sepatu roda
2)   Abu melemparkan mangga kepada adiknya
3)   Ira kusno sedang membacakan warta berita

2 comments: