18 June, 2014

Sodri Pengajaran Apresiasi Sastra



LATIHAN MANDIRI
PENGAJARAN APRESIASI SASTRA
(PBIN4219)



PETUNJUK: UNTUK SOAL NOMOR   1  SAMPAI  46, PILIHLAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!

1.   Dari hasil suatu kegiatan berikut ini yang dimaksud karya sastra yaitu
A.   kreasi manusia dengan menggunakan bahasa.
B.   komunikasi manusia dengan mengguna-kan bahasa.
C.   evaluasi manusia dengan menggunakan bahasa.
D.   inovasi manusia dengan menggunakan bahasa.

2.   Urutan kegiatan apresiasi yaitu
A.   penerapan, penikmatan, penghafalan, pengenalan, dan pemahaman.
B.   pemahaman, penikmatan, pengenalan, penghayatan, dan penerapan.
C.   penghayatan, pengenalan, penikmatan, pemahaman, dan penerapan.
D.   pengenalan, pemahaman, penghayatan, penikmatan, dan penerapan.
     
3.   Kegiatan berikut merupakan kegiatan pengenalan dalam apresiasi sastra
A.   membaca artikel tentang pembacaan puisi.
B.   membaca riwayat sastrawan.
C.   membaca biografi kritikus sastra.
D.   membaca naskah drama.

4.   Interaksi dalam pengajaran sastra adalah seperti berikut
A.   guru dan sastra.
B.   murid dan sastra.
C.   guru dan murid.
D.   guru, murid, dan sastra.

5.   Dua manfaat pengajaran sastra bagi pendidikan yaitu mengarahkan siswa
A.   mencari penghasilan tambahan dan dapat menjadi sastrawan.
B.   melatih jiwa seninya dan memahami kehidupan.
C.   mengendalikan emosinya dan mengatur waktu.
D.   membentuk watak pribadinya dan mengembangkan keterampilan ber-bahasanya.

6.   Perbedaan karya (seni) sastra dengan karya seni lainnya terletak pada
A.   idenya.
B.   medianya.
C.   penciptanya.
D.   penikmatnya.

7.   Ruang lingkup pengetahuan sastra adalah sebagai berikut, kecuali
A.   antropologi sastra.
B.   teori sastra.
C.   sejarah sastra.
D.   kritik sastra

8.   Dalam pengajaran apresiasi sastra, tujuan khusus pembelajaran yang menggunakan kata kerja “ikut serta” diarahkan kepada adanya perubahan pada
A.   sikap siswa.
B.   bakat siswa.
C.   pengetahuan siswa.
D.   keterampilan siswa.

9.   Berikut ini adalah manfaat pengajaran apresiasi sastra
A.   membantu kemampuan menulis dan membantu pembentukan watak.
B.   meningkatkan keempat keterampilan berbahasa, membantu pembentukan watak, dan mengembangkan cipta dan rasa.
C.   membantu kemampuan membaca dan membantu pembentukan watak.
D.   membantu pembentukan watak dan meningkatkan rasa solidaritas.

10.   Masalah kecakapan indra, rasa religius, kesadaran sosial, perasan, dan penalaran merupakan hal yang dikembangkan dalam pengajaran
A.   bahasa.
B.   apresiasi sastra.
C.   kebahasaan.
D.   keterampilan berbahasa.

11.   Yang termasuk dalam kegiatan apresiasi sastra yaitu
A.   membaca karya sastra, membaca biografi sastrawan, dan sejarah kritikus.
B.   menonton pementasan karya sastra, mendengarkan pembacaan karya sastra, dan membaca karya sastra.
C.   membaca koran sastra, membaca majalah sastra, dan menonton drama.
D.   membaca sastra, mendengarkan musikalisasi puisi, dan membaca sejarah kritikus.

12.   Pembaca melakukan apresiasi terhadap suatu karya sastra apabila ia mampu
A.   melihat kelebihan dan kekurangan karya tersebut.
B.   melihat, meresapi, mengkaji sejauh mana karya itu dapat disajikan pada pengamat.
C.   mengakrabi karya tersebut sampai terjadi proses pengenalan, pemahaman, peng-hayatan, penikmatan, dan penerapan.
D.   membaca, menelusuri, mencerna karya sastra selintas saja.

13.   Dalam pembelajaran apresiasi puisi, Tarto mampu menjelaskan dengan baik makna yang terkandung dalam larik dan bait-bait puisi yang diberikan guru. Ini berarti, Tarto telah dapat
A.   membaca puisi itu.
B.   memahami puisi itu.
C.   mengenal puisi itu.
D.   mengetahui manfaat puisi itu.

14.   Kegiatan yang sifatnya menambah pengetahuan tentang hidup manusia, membantu pembentukan watak, dan melatih keterampilan berbahasa merupakan fungsi pengajaran
A.   bahasa.
B.   keterampilan berbahasa.
C.   apresiasi sastra.
D.   kebahasaan.

15.   Bercerita, membaca karya sastra, memerankan drama, dan mengarang cerita merupakan kegiatan apresiasi yang bersifat
A.   apresiatif.
B.   kreatif.
C.   ekspresif.
D.   reseptif.

16.   Pembelajaran menyimak dan apresiasi sastra dapat dikaitkan dengan menggunakan media
A.   gambar.
B.   diagram.
C.   rekaman karya sastra.
D.   tulisan karya sastra.

17.   Kegiatan yang mengaitkan pembelajaran apresiasi sastra dengan menulis berupa
A.   tugas menulis kembali karya sastra yang telah dipelajari.
B.   ceramah tentang teknik parafrase.
C.   diskusi tentang proses menulis.
D.   telaah bagian demi bagian teks yang telah dibaca.

18.   Sebagai bahan simakan, larik di bawah ini lebih mudah dipahami para siswa SLTP sebab kata-katanya bermakna lugas
A.   aku kapas dalam kainmu.
B.   pita hitam pada karangan bunga.
C.   tertimpa dari kehidupan yang kau tangisi.
D.   laut, cium senja dipesisir yang berkerikil.

19.   Pembelajaran menyimak dan apresiasi sastra dapat diserempakkan melalui kegiatan mendengarkan
A.   sandiwara radio.
B.   pembacaan berita.
C.   siaran pedesaan.
D.   ceramah penulisan cerita pendek.

20.   Pembelajaran berbicara dan apresiasi sastra dapat dilaksanakan dengan menggunakan teknik diskusi sebab antara keduanya terdapat hubungan yang bersifat
A.   kesetaraan.
B.   klausal.
C.   timbal-balik.
D.   subordinatif.

21.   Pembelajaran apresiasi sastra dapat dipadukan dengan pembelajaran membaca melalui kegiatan
A.   telaah teks drama.
B.   diskusi bentuk-bentuk sastra.
C.   ceramah.
D.   debat.

22.   Alat pembuka untuk memahami karya sastra adalah
A.   berbicara.
B.   bercerita.
C.   membaca.
D.   diskusi.

23.   Teknik telaah teks digunakan dalam pembelajaran apresiasi sastra. Hal ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara pengajaran apresiasi sastra dengan
A.   membaca.
B.   menulis.
C.   berbicara.
D.   menyimak.

24.   Istilah lain untuk saduran adalah
A.   jiplakan.
B.   contekan.
C.   pemindahan.
D.   transformasi.

25.   Teori pembelajaran apresiasi sastra Gordon mengutamakan
A.   relativitas siswa dalam berfikir.
B.   kreativitas siswa dalam berfikr.
C.   objektivitas siswa dalam berfikir.
D.   subjektivitas siswa dalam berfikir.

26.   Menurut Gordon, teknik evaluasi nontes dalam pengajaran apresiasi sastra diwujudkan dalam bentuk
A.   angket.
B.   lembar pengamatan.
C.   pedoman wawancara.
D.   kuis.

27.   Yang berpendapat bahwa evaluasi yang dilakukan selama PBS berlangsung merupakan PAS adalah
A.   Moody.
B.   Schuman.
C.   Border.
D.   Rosenblat.

28.   Menurut Moody, sastra dipandang sebagai pengalaman dan sebagai bahasa. Hal ini dikenal sebagai prinsip
A.   dualitas.
B.   efektivitas.
C.   ganda.
D.   kolektivitas.

29.   Evaluasi pengajaran apresiasi sastra dengan menggunakan lembar observasi disebut evaluasi dengan teknik
A.   tes.
B.   nontes.
C.   lisan.
D.   sampling.

30.   Yang berpendapat bahwa analogi personal, analogi langsung, konflik kempaan merupakan penggunaan analogi pada langkah dasar pertama teori PAS adalah
A.   Rosenblat.
B.   Moody.
C.   Gordon.
D.   Schuman.

31.   Seorang ahli yang mengatakan bahwa teori pembelajaran apresiasi sastra memiliki dua langkah dasar adalah
A.   Moody.
B.   Schuman.
C.   Gordon.
D.   Rizanur Gani.

32.   Menurut Gordon, teknik analogi atau proses metaforik merupakan teknik dalam teori PAS yang
A.   bersifat sebagai penunjang.
B.   bersifat sebagai pelengkap.
C.   utama.
D.   kurang penting.

33.   Menurut Gordon, konflik kempaan adalah analogi yang digunakan teori PAS pada
A.   langkah I.
B.   langkah II.
C.   langkah III.
D.   langkah IV.

34.   Menurut Gordon, teknik utama pada kedua langkah dasar teori PAS disebut
A.   antologi.
B.   antonim.
C.   analogi.
D.   anatomi.

35.   Pada langkah dasar I konflik kempaan ditujukan untuk memahami informasi dan konsep baru, sedangkan pada langkah dasar II ditujukan untuk pengembangan konsep dan informasi itu. Dengan demikian pada langkah dasar I dan II terdapat perbedaan
A.   pengembangan.
B.   sasaran.
C.   operasionalisasi.
D.   objek.

36.   Menurut Gordon, perbedaan sasaran dalam teori PAS terdapat pada langkah dasar
A.   I dan II.
B.   I dan III.
C.   II dan III.
D.   III dan IV.

37.   Menurut Gordon langkah dasar pertama teori pembelajaran apresiasi sastra yaitu
A.   masuknya informasi, penggunaan analogi, dan pemfokusan kembali.
B.   masuknya informasi, analogi personal, dan pemfokusan kembali.
C.   masuknya informasi, analogi langsung, dan pemfokusan kembali.
D.   masuknya informasi, konflik kempaan, dan pemfokusan kembali.

38.   Menurut Gordon, langkah dasar II teori pembelajaran apresiasi sastra adalah      
A.   ajukan masalah atau tugas, gunakan analogi, ajukan kembali pertanyaan atau tugas analogi.
B.   gunakan analogi, ajukan tugas analogi, ajukan masalah, gunakan analogi.
C.   ajukan tugas analogi, ajukan masalah atau tugas, gunakan analogi.
D.   ajukan tugas, gunakan analogi, ajukan kembali tugas, gunakan analogi.

39.   Model inquiri PAS dikemukakan oleh
A.   Rosenblat.
B.   Schuman.
C.   Gordon.
D.   Moody.

40.   Dalam tahap diskusi, kepada siswa diberikan
A.   pola-pola penafsiran karya sastra yang dipelajari.
B.   rumusan simpulan yang harus mereka diskusikan.
C.   kebebasan menafsirkan karya sastra berdasarkan teks.
D.   rambu-rambu diskusi agar diskusi tidak terlalu melebar.

41.   Teori PAS menurut Schuman pada dasarnya bisa dikategorikan ke dalam fase-fase
A.   penyajian masalah, pembatasan ruang lingkup, perumusan hipotesis dan pengumpulan data dan pengakhiran.
B.   penyajian masalah, perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, pengumpulan data, dan penyimpulan.
C.   penyajian masalah, perumusan hipotesis , pengumpulan data dan pengakhiran.
D.   penyajian masalah, perumusan hipotesis serta pengujiannya, dan pengakhiran, pengajuan hipotesis ulang, pengajuan hipotesis ulang dan penyimpulan.
42.   Langkah-langkah model inkuiri Schuman dalam PAS adalah
A.   identifikasi masalah, merumuskan kegiatan pemecahan masalah, pengumpulan data untuk menguji hipotesis, revisi hipotesis dan pengulangan pengumpulan data dan revisi hipotesis untuk sesama data ditemukan.
B.   identifikasi masalah perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, penyimpulan, pengulangan, pengulangan pengumpulan data, pengujian hipotesis, dan penyimpulan akhir.
C.   survey teks, perumusan masalah, pengajuan hipotesis, pengujian hipotesis, pengulangan survey teks, pengajuan hipotesis, dan penyimpulan akhir.
D.   perumusan masalah survey teks, pengajuan hipotesis, pengulangan survey teks, pengajuan hipotesis ulang, pengajuan hipotesis ulang dan penyimpulan.

43.   Pada dasarnya, teknik keterlibatan emosi merupakan teknik pembelajaran puisi yang mengintensifkan
A.   tema.
B.   amanat.
C.   kata konkret.
D.   pengimajian.

44.   Sikap penyair terhadap pembaca yang tertulis di dalam puisi ciptaannya disebut
A.   nada.
B.   perasaan.
C.   tema.
D.   amanat.

45.   Pak Lambertus membacakan puisi sebelum membicarakan puisi itu. Kegiatan ini termasuk kegiatan
A.   pengukuhan.
B.   penyajian bahan.
C.   pengantar pengajaran.
D.   penentuan sikap praktis.

46.   Dalam prosedur pembelajaran apresiasi puisi, kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman awal tentang puisi disebut
A.   pengantar pengajaran.
B.   penentuan sikap praktis.
C.   pelacakan pendahuluan.
D.   penyajian pembelajaran.

PETUNJUK:  UNTUK SOAL NOMOR  47  SAMPAI  51,   PILIHLAH!
A.   JIKA PERNYATAAN BENAR, ALASAN BENAR, DAN KEDUANYA MERUPAKAN HUBUNGAN SEBAB!
B.   JIKA PERNYATAAN BENAR, ALASAN BENAR, TETAPI KEDUANYA BUKAN MERUPAKAN HUBUNGAN SEBAB!
C.   JIKA PERNYATAAN BENAR, ALASAN SALAH, ATAU JIKA PERNYATAAN SALAH ALASAN BENAR!
D.   JIKA PERNYATAAN DAN ALASAN KEDUANYA SALAH!

47.   Bahasa sastra harus berada pada taraf kemampuan pemahaman siswa.
sebab                       
Sastra yang bahasanya terlalu sukar atau terlalu mudah menjadi tidak menarik bagi siswa.

48.   Sastra diajarkan agar anak menjadi sastrawan.
sebab                       
Anak-anak perlu memiliki kemampuan apresiasi.

49.   Pada tahap romantik, anak perlu diberi bacaan yang berisi cerita yang bersifat realistik.
sebab                       
Pada tahap romantik, anak sudah meninggalkan fantasi dan mengarah ke realita.

50.   Pemilihan bahan pembelajaran dari sudut budaya perlu dilakukan.
sebab                       
Materi yang akrab dengan lingkungan siswa pada tahap awal akan menarik minat siswa.

51.   Siswa SLTP dari berbagai daerah di Indonesia akan tertarik dengan karya sastra.
sebab                       
Karya sastra selalu menarik bagi siswa SLTP.

PETUNJUK:  UNTUK SOAL NOMOR   52   SAMPAI   60,   PILIHLAH!
A.   JIKA 1) DAN 2) BENAR!
B.   JIKA 1) DAN 3) BENAR!
C.   JIKA 2) DAN 3) BENAR!
D.   JIKA 1), 2), DAN 3) SEMUANYA BENAR!    
52.   Kemampuan mengapresiasi sastra akan lebih baik bila dilandasi dengan pemahaman tentang
1)   teori sastra
2)   sejarah sastra
3)   kritik sastra

53.   Yang dikembangkan dalam pengajaran apresiasi sastra yaitu
1)   kecakapan indra dan kesadaran sosial
2)   wawasan kebudayaan dan pandangan hidup
3)   rasa religius, penalaran, dan perasaan

54.   Manfaat mengembangkan kepribadian telah diperoleh, apabila siswa dapat
1)   menemukan nilai-nilai dari karya sastra yang dibacanya
2)   menemukan pesan atau amanat cerita
3)   menganalisis watak tokoh cerita

55.   Kepekaan indra diperoleh dengan melatih
1)   perasaan siswa
2)   kemampuan berbicara siswa
3)   kesadaran sosial siswa

56.   Berikut ini merupakan kegiatan apresiasi sastra
1)   membaca sastra
2)   mendengarkan karya sastra
3)   menonton pementasan karya sastra

57.   Kegiatan berikut ini yang merupakan bagian dari kegiatan ekspresi sastra, yaitu
1)   mengarang karya sastra
2)   memerankan drama
3)   baca puisi (deklamasi)

58.   Pengajaran apresiasi sastra bagi siswa berfungsi untuk
1)   memperhalus budi pekerti atau watak siswa
2)   memperluas wawasan hidup siswa
3)   meningkatkan kemampuan berbahasa siswa

59.   Guru memperdengarkan rekaman sebuah cerpen dengan maksud agar siswa dapat mengemukakan pendapatnya tentang makna pesan yang ingin disampaikan oleh penggubahnya. Pengalaman belajar dalam mengapresiasi karya sastra seperti ini dapat diperoleh siswa melalui kegiatan
1)   membaca
2)   menyimak
3)   berbicara

60.   Pembelajaran apresiasi sastra dapat berupa kegiatan merespons karya sastra dalam bentuk
1)   menulis
2)   diskusi
3)   membaca

No comments:

Post a Comment