16 June, 2014

Soal Sanitasi Dalam Penanganan Pangan



TUGAS MANDIRI
SANITASI DALAM PENANGANAN PANGAN
(PANG0280)


PETUNJUK: UNTUK SOAL NOMOR   1  SAMPAI DENGAN 23 PILIHLAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!

1.   Terhadap makanan, kapang merupakan sumber cemaran yang bersifat
A.   mikrobiologis.
B.   kimia.
C.   fisik.
D.   alamiah.

2.   Sanitasi adalah usaha pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dengan
A.   cara pengolahan makanan.
B.   rantai perpindahan penyakit.
C.   gudang makanan.
D.   pembuat makanan.
     
3.   Selama bakteri berkembang biak dalam makanan akan dihasilkan produk sampingan senyawa kimia beracun. Apabila senyawa ini tertelan oleh manusia akan menyebabkan keracunan. Cara menimbulkan penyakit seperti cara tersebut dinamakan
A.   infeksi.
B.   detoksinasi.
C.   intoksikasi.
D.   toksinasi.

4.   Eschericia mampu memfermentasi laktosa dengan memproduksi asam dan gas dalam waktu
A.   1 jam.
B.   10 jam.
C.   24 jam.
D.   48 jam.

5.   Entrokoki diusulkan sebagai indeks mutu sanitasi makanan yang lebih baik daripada koliform karena
A.   organisme ini banyak ditemukan di alam.
B.   indikasi keberadaannya dapat dengan mudah teramati.
C.   mudah dikenali.
D.   resisten terhadap kondisi lingkungan yang berubah-ubah.

6.   Suhu optimum pertumbuhan mikroba patogen adalah
A.   3 - 370 C.
B.   5 - 650 C.
C.   37 - 700 C.
D.   60 - 750 C.

7.   Untuk bahan makanan yang tergolong mudah rusak sebaiknya hanya dibeli untuk keperluan
A.   1 hari.
B.   1 minggu.
C.   2 minggu.
D.   1 bulan.

8.   Suhu tertinggi lemari es yang baik sebagai tempat penyimpanan makanan adalah
A.   40 C.
B.   50 C.
C.   60 C.
D.   70 C.

9.   Dengan menggunakan panci presto (pressure cooker), air murni mendidih pada suhu
A.   1000 C.
B.   1000 F.
C.   lebih besar dari 1000 C.
D.   lebih kecil dari 1000 C.

10.   Kekurangan dari pemasakan dengan menggunakan gelombang mikro adalah
A.   tidak panas.
B.   pemasakan tidak merata.
C.   cepat hangus.
D.   volume kecil.

11.   Makanan yang akan disimpan dalam kabinet panas hendaknya memiliki suhu minimal
A.   550 C.
B.   650 C.
C.   750 C.
D.   850 C.

12.   Pekerja karier suatu penyakit tidak diperkenankan mengelola makanan. Yang dimaksud pekerja karier adalah
A.   orang sakit.
B.   orang sakit akut.
C.   orang baru sembuh dari penyakit akut.
D.   orang yang pekerjaannya berkenaan dengan penyakit.

13.   Bagi laki-laki yang bekerja pada industri susu hendaknya
A.   tidak memelihara jenggot.
B.   tidak memelihara kumis.
C.   memakai penutup mulut.
D.   berambut pendek.

14.   Uji darah, pemeriksaaan sinar x, dan uji tuberkulosis tidak mempunyai arti dalam keamanan pangan, karena
A.   tidak ada gunanya.
B.   tuerkulosis tidak ditularkan melalui pangan.
C.   bukan penyakit yang membahayakan.
D.   saat ini sudah jarang orang yang terinfeksi tuberkulosis.

15.   Influenza disebabkan oleh virus, yang tidak akan tumbuh pada makanan. Walaupun begitu, penderita influenza sebaiknya tidak menangani pangan karena
A.   nafasnya menyebarkan virus.
B.   tangan yang menyentuh hidung dan mulut memindahkan salmonella.
C.   staphylococcus pindah ke makanan melalui tangan yang menyentuh hidung dan mulut.
D.   lendir di hidung penderita banyak mengandung bibit penyakit.

16.   Alasan dari pentingnya cara-cara kerja higienis oleh para pekerja industri pangan adalah
A.   mengefisienkan waktu kerja.
B.   memutus rantai infeksi patogen pada makanan.
C.   mempercepat proses produksi.
D.   membuat sehat para pekerja.

17.   Untuk memegang makanan yang sudah dimasak harus menggunakan peralatan yang bersih seperti sendok, garpu, atau penjepit karena
A.   panas.
B.   mencegah kontaminasi patogen.
C.   lebih praktis.
D.   staphylococcus aureus tidak dapat hilang sempurna oleh desinfektan.

18.   Untuk meningkatkan efektivitas sabun sehingga dapat mereduksi flora kulit maka yang dilakukan adalah
A.   menambahkan bahan germisida.
B.   mencuci tangan dengan air hangat yang mengalir.
C.   mengelap tangan dengan kain yang bersih.
D.   mengelap tangan dengan lap sekali pakai.

19.   Larutan yang biasanya digunakan sebagai pencelup tangan dalam industri pangan adalah
A.   senyawa yodium.
B.   hipokhlorit.
C.   larutan etil alkohol.
D.   senyawa amonium kuarterner.

20.   Natrium hidroksida mengubah sifat lemak dan protein menjadi
A.   mengeras.
B.   mengering.
C.   larut dalam air.
D.   menggumpal.

21.   Yang dimaksud dengan surfaktan adalah
A.   senyawa yang mempunyai bentuk seperti anak katak.
B.   molekul yang mempunyai ujung-ujung yang berbeda.
C.   molekul yang memiliki “kepala” dan “ekor”.
D.   senyawa yang mampu bekerja di antara dua permukaan cairan.

22.   Untuk membersihkan air sadah dapat digunakan
A.   deterjen.
B.   sabun.
C.   natrium stearat.
D.   kalsium stearat.

23.   Untuk pabrik pengolahan pangan berprotein tinggi seperti susu dan es krim, sanitasi dengan air panas 850 C selama 15 menit cukup efektif karena protein merupakan
A.   sumber natrium bagi bakteri.
B.   senyawa kimia dengan rantai yang panjang.
C.   sukar dihancurkan.
D.   belum hancur bila suhu kurang dari 850 C.


PETUNJUK: UNTUK SOAL NOMOR   24   SAMPAI   45,   PILIHLAH!
A.   JIKA 1) DAN 2) BENAR!
B.   JIKA 1) DAN 3) BENAR!
C.   JIKA 2) DAN 3) BENAR!
D.   JIKA 1), 2), DAN 3) SEMUANYA BENAR!    
24.   Dalam hubungannya dengan makanan, yang harus kita cegah dari bakteri-bakteri patogen ini adalah
1)   perpindahan bakteri dari lingkungan sekitar makanan ke makanan
2)   perpindahan dari tubuh kita ke tubuh orang lain
3)   pertumbuhan bakteri dalam jumlah besar

25.   Jumlah bakteri yang diperlukan untuk dapat menimbulkan penyakit tergantung pada
1)   kondisi bakteri
2)   jenis bakteri
3)   tingkat kesehatan orang yang terinfeksi bakteri

26.   Kelompok mikroba utama yang umumnya digunakan sebagai mikroba indikator adalah
1)   koliform
2)   enterokoki
3)   enterobacteriaceae

27.   Eschericia coli memberikan indikasi positip pada
1)   produksi indol
2)   penggunaan sitrat.
3)   reaksi merah metil

28.   Enterokoki mempunyai kemampuan tumbuh
1)   pada pH 7,6
2)   pada suhu 100 C dan 450 C
3)   pada suhu 600 C selama 30 menit

29.   Sterilisasi terhadap benda mati dapat diterapkan dengan menggunakan panas
1)   kering
2)   lembab
3)   basah

30.   Untuk mendapatkan suhu yang lebih tinggi pada sterilisasi dengan menggunakan panas basah dapat dilakukan dengan menggunakan alat
1)   kompor gas
2)   pressure cooker
3)   otoklaf

31.   Penggunaan ultraviolet untuk sterilisasi tidak efektif bila digunakan pada
1)   bahan dalam wadah gelas
2)   bahan direndam cairan hingga dalam sekali
3)   jarak yang terlalu jauh antara bahan dan sumber sinar

32.   Standar sanitasi yang harus diperhatikan sejak barang (bahan) dikirim pemasok antara lain meliputi
1)   penyimpanan dingin dan sejuk
2)   pemisahan antara makanan mentah dan masak
3)   kebersihan jenis peralatan yang digunakan.

33.   Tujuan dari penyimpanan sayur-sayuran di dalam tempat penyimpanan bersuhu rendah adalah untuk menghambat
1)   aktivitas mikroorganisme
2)   aktivitas enzym
3)   proses respirasi

34.   Tujuan utama dari pemasakan bahan makanan yang biasa dikomsumsi adalah
1)   memperbaiki penampilan
2)   untuk memperoleh cita rasa dan keempukan yang baik
3)   membunuh mikroorganisme patogen

35.   Bakteri dan virus yang menyebabkan sakit usus pada manusia biasanya menyebar ke makanan melalui
1)   feses
2)   keringat
3)   air seni

36.   Respon kita terhadap virus AIDS adalah
1)   tidak dapat ditularkan melalui makanan atau minuman
2)   penderita virus AIDS tidak membahaya-kan orang lain
3)   penderita virus AIDS tidak membahaya-kan produk makanan

37.   Organisme yang dapat menyebabkan zoonosis adalah
1)   Brucellae
2)   Bacillus anthracis
3)   Coxiella burnetti

38.   Timbulnya penyakit karena infeksi salmonella biasanya disebabkan oleh bahan pangan hewan mentah, kecuali
1)   Salmonella typhi
2)   Salmonella paratyphi A
3)   Salmonella paratyphi B

39.   Keuntungan dari keputusan mengistirahatkan pekerja yang sakit adalah
1)   pekerja yang sakit memiliki waktu yang cukup untuk penyembuhannya
2)   menghilangkan kemungkinan penularan sehingga mengurangi waktu yang hilang karena banyaknya pekerja lain yang sakit
3)   menghilangkan penyebaran sumber infeksi

40.   Lemak termasuk jenis cemaran yang
1)   sulit dihilangkan
2)   tidak larut air
3)   larut alkali

41.   Penggunaan larutan asam setelah penggunaan alkali dalam pembersihan protein dimaksudkan untuk
1)   menetralisasi sisa larutan kaustik
2)   mencerahkan permukaan
3)   menghilangkan mineral yang terdeposit

42.   Cara kerja panas sebagai sanitaiser non-kimia adalah
1)   menghancurkan spora
2)   menggumpalkan protein sel
3)   mengubah sifat mikroorganisme

43.   Uap sebagai sanitaiser efektif terhadap bakteri hidup, kamir, dan kapang dengan syarat
1)   berasal dari air minum
2)   lama pemakaian minimum 10 menit setelah suhu peralatan 850 C
3)   diaplikasikan pada tekanan atmosfer

44.   Agar terjaga efektifitasnya, sanitaiser berbasis klorin harus disimpan di tempat yang
1)   dingin
2)   gelap
3)   jauh dari tanah

45.   Kelemahan dari sanitaiser berbasis yodium adalah
1)   meninggalkan warna pada peralatan tertentu
2)   sebagai germisidal, efektifitasnya dipengaruhi alkalinitas
3)   mahal

No comments:

Post a Comment